Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2011

Energi Aktivasi

     Energi aktivasi adalah energi kinetik minimum yang diperlukan oleh partikel-partikel pereaksi untuk membentuk kompleks teraktivasi. Dalam ilmu kimia, energi aktivasi merupakan istilah yang diperkenalkan oleh Svante August Arrhenius yang didefinisikan sebagai energi yang harus dilampaui agar reaksi kimia dapat terjadi. Energi aktivasi juga dapat diartikan sebagai energi minimum yang dibutuhkan agar suatu reaksi kimia dapat terjadi. Energi aktivasi sebuah reaksi biasanya dilambangkan dengan Ea, dengan satuan kilojoule/mol.
     Dalam reaksi, agar dihasilkan produk maka pereaksi harus memiliki energi minimum untuk membentuk kompleks teraktivasi terlebih dahulu sebelum membentuk hasil reaksi. Terkadang, suatu reaksi kimia membutuhkan energi aktivasi yang sangat besar. Maka dari itu, dibutuhkan suatu katalis agar reaksi dapat berlangsung dengan pasokan energi yang lebih rendah.

Laju Reaksi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya


     Laju reaksi adalah perbandingan perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi terhadap perubahan waktu (Raymond 2005). Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain konsentrasi pereaksi, suhu, tekanan, katalis, dan luas permukaan bidang sentuh (Munyati 2008).
     Konsentrasi memiliki peranan yang sangat penting dalam laju reaksi. Semakin besar konsentrasi pereaksi, maka tumbukan yang terjadi antar partikel semakin banyak. Hal ini menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Demikian juga jika konsentrasi diperkecil. Tumbukan yang terjadi antar partikel menjadi berkurang. Dengan demikian laju reaksi menjadi semakin kecil.
     Apabila suhu reaksi ditingkatkan, maka akan menyebabkan partikel semakin aktif bergerak sehinga tumbukan ang terjadi akan semakin banyak. Akibatnya laju reaksi menjadi bertambah cepat. Sebaliknya, apabila suhu reaksi diturunkan, maka akan menyebabkan berkurangnya tumbukan antar prtikel. Hal ini berakibat pada menurunnya laju reaksi.


Powered By Blogger