Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

Tentang Seseorang, Sebuah Puisi

Ku lari ke hutan, kemudian menyanyi ku.
Ku lari ke pantai, kemudian teriak ku.
Sepi, sepi dan sendiri aku benci.
Aku ingin bingar aku mau di pasar.
Bosan aku dengan penat,
enyah saja kau pekat.
Seperti berjelaga jika ku sendiri.

Pecahkan seja gelasnya biar ramai,
biar mengaduh sampai gaduh.
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih.
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera?

Atau aku harus lari ke hutan, lalu ke pantai?

Bosan aku dengan penat,
dan enyah saja kau pekat.
Seperti berjelaga jika ku sendiri.

Jumat, 21 Oktober 2011

Doa Kepada Pemeluk Teguh

     Dulu, ketika aku masih kelas 3 SMP, aku pernah diajari sebuah musikalisasi puisi oleh guru Bahasa Indonesia. Puisi ini berjudul Doa Kepada Pemeluk Teguh, karya Chairil Anwar. Berikut ini adalah puisinya :

Tuhanku,
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat kau penuh seluruh
Cahaya-Mu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi.
Tuhanku,
Aku hilang bentuk
Remuk.
Tuhanku,
Aku mengembara di negeri asing.
Tuhanku,
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling.
Powered By Blogger